KEMATIAN (MBAH SURIP) TRAGEDI YANG TAK TERDUGA

Hidup ini tak seindah yang kita bayangkan namun seindah yang kita jalani, inilah fenomena hidup yang kita alami di dunia yang penuh tanda Tanya, terkadang sesuatu yang kita cari tidak dapat kita jumpai namun sebaliknya apa yang tidak kita duga hadir di depan mata itulah yang di namakan sebuah tragadi yang tidak pernah disangka dan diduga.
<
Sebanarnya, kalau kita sadari bahwa, segala yang kita alami ketika kita masih berada dan masih mampu menginjakan kaki di bumi ini merupakan sebuah karunia yang amat sangat besar, tapi terkadang kita sering terlena dengan apa yang bersifat sementara, memberikan kesenangan yang sifatnya sementara. Dengan demikian hendaknya kita menjauhi hal-hal yang demikian.

Hikmah dari Mbah Surip

Popularitas, terkadang dapat menjadikan hidup kita aman dalam segi materi, namun terkadang juga dapat melenakan prioritas utama dalam mengarungi hidup ini. Inilah yang sering menjadi kekuatirkan. Untuk itu pepatah mengatakan –sedia payaung sebalum hujan- pepatah ini sebanarnya memberikan pelajaran yang sangat berarti bagi kita yang memampu memahaminya. Tapi kata-kata seperti ini sering juga hanya di jadikan sebagai penyalamat dalam kita mengerjakan aktivitas sehari-hari.

Pepatah diatas mengigatkan kita agar kita mampu membawa bekal sebelum kita meninggalkan dunia yang menupulasi pandangan mata. Sejauh ini, kita saksikan dari kehidupan seorang penyanyi yang banyak berkelana menjelajahi bumi pertiwi ini, juga mampu membangun kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Misalnya –jauh sebelum meninggalnya mbah Surip- seorang penyanyi terkenal yang sering membawakan album solo yang mempunyai lirik khas melayu, terakhir dalam lagunya beliau mengatakan “mama aku ingin pulang” yang juga meninggalnya secara tragedis (menurut yang saya lihat di media masa, beliau meninggal karena kecelakaan) dan juga kerirnya yang di milikinya lagi membumbung tinggi hingga golongan awampun mengenal seorang sosok cewek yang menyanyikan syair di atas.

Kemungkinan yang lebih mendasar adalah, ketika kita menggingat bahwa popularitas yang kita sandang saat ini merupakan sebuah ujian-Nya yang di berikan kita dan jangan kecewa apabila itu semua ditarik kembali oleh dzat yang telah memberikannya. Tapi ingatlah ketika kita dibarikan kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain, dari kelebihan tersebut kontribusi apa yang mampu kita berikan kepada-Nya, jadi di sini, saya menegaskan bahwa apayang kita terima saat ini harus ada feedback yang harus kita berikan kepada-Nya.

Di balik kepergian mbah surip banyak yang dapat kita ambil pelajaran, baik dari segi sisi kehidupan beliau maupun ketika beliau telah meraih popularitas yang mampu mengangkat nama dan juga orang-orang yang telah membantunya. Kalau kita melihat dari segi kehidupan, beliau juga termasuk orang yang tak gampang menyerah dan sulit untuk berputus asa. Inilah yang menopang beliau sehingga beliau di berikan kemudahan oleh Allah dan sekarang namanya, tak seorang pun di dunia infoteiment yang tak mengenalnya dan dengan lagunya yang berjudul tak gendong itu mampu menyerap kekayaan yang sangat-sangat tak terduga dan diberitakan dalam media cetak dan media visual lainnya dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan beliau telah mampu mendapatkan penghasilan lebih dari empat meliar rupiah bahkan bisa di katakan melebihi dari pendapatan rata-rata penduduk Indonesia dari golongan elit.

Akan tetapi dalam waktu yang tidak lama juga ternyata Allah berkhendak lain, diwaktu popularitas yang semakin memuncak, harta kekayaan yang semakin melimpah, ketenaran diri yang tak kala dengan actor-aktor yang lain serta tidak di sangka dan tak diduga bahwa nyawapun ikut terbawa ke alam yang berbada, hanya dengan hal-hal yang tidak pernah diduga oleh orang-orang yang merasa dirinya kuat, kelelahan merupakan faktor yang menyebabkan seorang artis populer itu melepaskan segala-galanya baik itu lahir maupun batin, sehingga beliau tak dapat menikmati penghasilan yang telah diperolehnya selama pepolaritasnya semakin naik. Sangat di sayangkan sekali bahwa beliau hanya meninggalkan nama yang selalu dibicarakan oleh orang banyak tampa membawa bekal ketakwaan yang lebih. Untuk itu saya menekankan kepada pembaca yang budiman untuk selalu mengigat hari esok (kematian) agar kesenangan yang kita miliki saat itu tidak mejerumuskan kita sehingga kita lupa dengan hari yang telah di janjikan oleh Allah swt.

Janganlah Lupa

Allah swt itu telah menetapkan segala sesuatau yang ada dipermukaan bumi ini. Manusia yang tinggal didunia ini merupakan suatu ketetapan-Nya, untuk itu, apabila kita melalaikan suatu kesempatan yang telah diberikan maka kita termasuk dari golongan orang-orang yang merugi sebagaimana yang telah di jelaskan oleh Al-Qur'an dalam surah al asshar, yang artinya juga di sebutkan bahwa sungguh manusia itu dalam keadaan rugi bahkan sangat merugi, untuk itu kita harus selalu mengigat apa yang telah di tetapkan-Nya, dan itu hendaknya jangalah di lupa karena di lanjutkan lagi oleh ayat selanjutnya, orang yang senantiasa terus beruntung dan bahkan tidak akan pernah rugi baik du dunia maupun di akhirat yaitu hanya orang-orang yang beriman dan yang senantiasa berbuat amal sholeh.

Itulah sebuah ketetapan yang telah di gariskan oleh Allah swt jadi kawan , jangalah di lupakan walaupun itu hal yang kita anggap kecil, dan biasanya dari hal-hal yang kecil itulah kita bisa belajra dengan hal yang lebih besar dan besar.

Sebuah Ujian

jarang kita sadari bahwa didalam ayat-ayat yang telah di turunkan terapat dua katagori yaitu kauniyah dan kauliyah, yang pertama kebesaran yang diturunkan oleh Allah melalui kitab-Nya yaitu Al-Qur'an yang mana di dalamnya itu terdapat banyak penjelasan baik secara berurut maupun tidak inilah yang pertama harus dipahami oleh seorang hamba yang merasa dirinya beriman dan bertakwa kepada Allah.
Dan yang kedua adalah selain kebesarn-Nya terdapat di dalam Al-Qur'an, kebesarannya juga terdapat di alam smesta yang terbentang luas ini, dan itu di nampakan oleh Allah secara jelas di alam yang nyata ini, nah ! Sekarang mampukah kita menangkap hal-hal yang seperti itu. Mungkin sehabat ku yangf budiman belum memahami bagaimana kebesaranya yang nampak bugitu nyata ini, baiklan saya akan sedikit bercerita; mungkin kita sering melihat burung belibis yang terbang secara bersamaan yang mana kalau kita perhatikan ketika segerombolan burung itu terbang maka salah satunya pasti ada yang paling depat sehingga burung tersebut kalau terbang sering membentuk hurup V nah kawan dari situlah Allah menampakan kebesarn-Nya bahwa yang paling di depat itu adalh pemimpinnya yang mengarahkan pasukannya apabila yang di depan itu mengarahlkan kepada hal-hal yang du murkai oleh Allah maka satu pasukan itu akan mengarah kepada jurang kesesatan yang teramat sangat dan juga sebaliknya apabila yang dai hadapan nya mengarahkan kepada hal-hal yang baik maka semuanya akan baik baik dari yang kecil maupun yang besar.

Tidak terlepas hanya itu saja setelah menampakan kebesaran-Nya itu Allah tidak akan melepaskan begitu saja, dang memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa bersyukur dan juga tidak sebatas itu saja maka di berikanlah manusia itu masalah-masalah sebagai bentuk ujian dalam menjalani kehidupan ini. Dan bisa jadi kepergian seorang artis yang lagi naik daun ini merupakan sebuah ujian yang harus di terima oleh manusia seluruh alam terutama di Indonesia dengan menyatakan bahwa pangkat, jabatan, harta dan juga popularitas itu tidak kekal dan bahkan bisa lenyap sekejap saja dan untuk itu kita yang masih diberikan kesempatan untuk hidup hendaknya tidak terperdaya oleh hal-hal yang bersifat sementara itu.

Salamku: Diehanue


Share on Google Plus

About Edhy Handoko

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar

jang puas dengan apa yang ada di blog ini, berikan komentar anda?